Anggota Komisi I DPR Minta Komdigi Ajak BIN-BSSN dalam Upaya Berantas Judol

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar mengambil langkah khusus dan serius dalam memberantas judi online.
Legislator PKB yang berasal dari Dapil Sulawesi Selatan 1 ini mengungkapkan kecemasan dan kemarahannya atas maraknya kasus kriminal yang dipicu oleh kecanduan judi online (judol) di Indonesia belakangan ini.
“Komisi 1 DPR RI mendesak Komdigi segera mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary),” ujar Syamsu Rizal
Pria yang akrab disapa Deng Ical itu juga meminta Komdigi untuk berkoordinasi dengan berbagai stakeholder guna memberantas judi online.
“Libatkan BIN dan BSSN. Tukar data dan sharing resources supaya bisa segera menumpas praktek Judol,” ujarnya menyarankan.
Deng Ical menegaskan bahwa dampak negatif judi online terhadap meningkatnya kekerasan anak, perceraian, hingga dekadensi moral anak-anak menjadi alasan mendesak untuk segera bertindak.
Deng Ical menyebut, di Jakarta, Pj Gubernur telah melaporkan adanya 57 kasus kekerasan terhadap anak akibat judi online. Belum lagi, menurutnya, meningkatnya kasus perceraian akibat masalah rumah tangga yang terjerat pinjaman online.
“Sampai pada perubahan perilaku anak yang cenderung menyendiri dan asosial karena kecanduan judol,” sebut dosen Ilmu Komunikasi ini.
Sebelumnya, Deng Ical memberikan apresiasi kepada Komdigi atas upaya mereka yang berhasil menutup 187.000 situs judi online.
“Ini langkah berani yang patut diacungi jempol,” ujar mantan Wakil Wali Kota Makassar ini.
Tantangan berikutnya, kata Deng Ical, adalah bagi Komdigi untuk melanjutkan penutupan pada situs-situs yang lebih besar, termasuk yang terafiliasi dengan situs luar negeri atau lembaga transnasional.
“Di situlah pentingnya koord lintas KL dan Badan. Kalau perlu minta bantuan Kemenlu untuk menjalin komunikasi dengan Interpol dan lembaga lainnya,” ujarnya
“Judol bisa saja menjadi bagian dari Proxy war internasional untuk melemahkan kekuatan Indonesia,” tambahnya. (Yk/dbs)


